Dropdown

Rabu, 24 Juni 2015

Anak SMA ++ Chapter 2 (Pelajaran+HP+Perang)

     Beberapa saat yang lalu telah berbunyi suara yang paling dibenci oleh anak pemalas manapun, benar suara itu adalah suara bel sekolah yang menandakan bahwa semua siswa harus masuk ke kelas dan mempersiapkan diri untuk memasuki jam pelajaran. Jika kalian adalah anak yang pemalas sama sepertiku maka kalian pasti tau bagaimana rasanya menjalani jam pelajaran yang membosankan itu kan? , yah benar-benar membosankan apalagi jika kau adalah seorang siswa yang malas dan bodoh, kebosanannya meningkat jadi dua kali lipat dan ditambah dengan rasa takut jika guru mengajukan pertanyaan kepadamu. Di saat seperti itulah teman sebangkuku menyarankan hal yang sangat baik dilakukan oleh seorang pemalas seperti diriku ini.
“Hoi, wiki” Fahrizal memanggilku sambil memegang HP nya.
“Mau ikut?” lanjutnya.
“Hari ini berapa orang yang ikut?” tanyaku
“6 orang kalau lu ikut “
“hmm… siapa aja yang ikut?”
“udah jangan banyak bacot kao, ikut apa enggak?”
“Seorang Kesatria  tidak akan pernah menolak sebuah misi!, itu adalah jalanku sebagai ElBlader!” jawabku sambil memegang HP ku.
Dari percakapan di atas kalian pasti sudah mengetahui apa yang akan kami lakukan, benar yang kami lakukan adalah hal yang sebenarnya melanggar aturan sekolah, yaitu bermain HP di saat jam pelajaran, dan permainan yang kami mainkan hari ini adalah sebuah permainan MMORPG (Massively Multiplayer Online Role Playing Game) yang dapat dimainkan secara online di HP yang bernama Elblade. Di dalam game ini kami berperan sebagai seorang kesatria yang mengemban misi untuk mengalahkan raja iblis Libel, dan menyelamatkan dunia. Meskipun tujuannya sudah pasti , game MMORPG tidak akan pernah tamat kecuali game tersebut akan segera bangkrut.
                Setelah beberapa menit mempersiapkan diri untuk petualangan menuju dunia fantasi, akhirnya kami telah siap untuk memulai perjalanan kami. Ah ngomong-ngomong di game ini aku memiliki nama Lillyn dan Fahrizal adalah Gasollyne. Lillyn adalah seorang gadis yang dijuluki sebagai Weapon Master,  karena Lillyn dapar memanggil berbagai jenis senjata untuk membantunya dalam pertarungan. Sedangkan Gasollyn adalah seorang anak laki-laki yang dapat mengendalikan ruang dan waktu dan mendapat gelar sebagai Time and Space Destroyer. Tujuan dari petualangan kami hari ini adalah ke sebuah kuil di tengah kota air yang disebut dengan Hanel. Dikatakan di kuil Hanel ini terdapat seorang pemimpin iblis bernama Rin yang menyerang kota air dan membuat ribuan orang tewas dalam perang. Sekarang kami akan membereskan Iblis Rin ini dan menyelamatkan kota air!.
“Teman-teman kalian semua sudah siap” tanyaku sebagai ketua party, tentu saja melalui fitur chat yang sudah ditanamkan di dalam game ini.
“yuk.”, “go!” “jalan cok” balasan dari beberapa temanku yang ikut dalam partyku.
                Sebelum dapat mencapai Hanel kami arus sebelumnya melewati sebuah dam raksasa kuno, disaat kami sampai di dam kuno ini kami telah dihadang oleh bebrapa iblis kecil. Para iblis kecil ini menyerang kami dengan panah, itu berarti mereka berada di jarak yang cukup jauh.
“Shield of Atom!” Teriak Lillyn. Tak lama kemudian pelindung berwarna biru melindungi seluruh anggota party dari hujan panah. Anak-anak panah tersebut terpental setelah mengenai pelindung biru yang dikeluarkan oleh Lillyn, Tidak hanya memberi perlindungan Shield of Atom juga memberikan kekuatan tambahan kepada anggota party yang berada didalamnya, dengan kata lain anggota yang berada di dalam pelindung biru ini akan menjadi lebih kuat. “Gravity Zero!” ini merupakan kekuatan Gasollyne yang membuat gravitasi di suatu area tertentu menjadi lebih tinggi dan menyebabkan musuh tidak dapat bergerak, dan juga dapat melukai musuh dengan Demage yang cukup tinggi.
“Sekarang dragonoids! Habisi musuhnya!” kata Gasollyn,  tentu saja menggunakan fitur chat.
“Star Shooter!” dragonoids menembakkan puluhan peluru rudal dari bazokanya yang telah dilengkapi dengan fitur Homing yaitu mengejar musuh, dengan kata lain kemanapun musuh berlari atau sejauh apapun musuh itu berada tetap akan terkena peluru rudal dari dragonoids ini. Dragonoids sendiri adalah seorang Giant Cannon Handler atau pengguna bazooka besar, dia dapat menembak musuh dengan peluru rudalnya dengan daya hancur yang sangat tinggi namun dalam pertarungan jarak dekat ia dapat mengayunkan bazookanya untuk mendorong mundur musuh.
“OH YEAH!” kata dragonoids.
“Berlebihan banget cok” ejek Gasollyne
“gapapa kan juga MP nya dia yang abis” ucapku dengan maksud sedikit bercanda. Tentu saja percakapan ini kami lakukan melalui fitur chat.
                Setelah serangan bertubi-tubi kami selesai kami melihat sekitar kami untuk memastikan bahwa sudah tidak ada lagi iblis yang tersisa. Sayangnya masih ada beberapa iblis tersisa namun HP (Health Points) mereka sudah hampir 0, artinya tinggal beberapa serangan kecil saja dapat membunuh mereka. Setelah membereskan iblis, iblis yang tersisa kami melanjutkan perjalanan kami masuk ke bawah tanah dam kuno untuk menemukan Iblis Rin. Seperti yang kuduga, perjalanan kami menuju ke Hanel tidaklah mudah, belum beberapa meter kami masuk ke bawah tanah dam kuno kami sudah dihadang lagi oleh iblis. Namun kali ini bukan cuma iblis kecil saja, beberapa iblis besar juga muncul.
“Seperti yang diharapkan dari Iblis Rin, jumlah anak buahnya bukan main” kata Gasollyn.
“gapapa, makin banyak musuhnya makin meriah kan ?” ujarku.
“kalo terlalu banyak ngerepotin juga cok” kata dragonoids.
“ini dah amatir, kalo kalian kerepotan sini gue bantu dah, Bomb Shower!!!”.
Beberapa detik kemudian bom mulai berjatuhan dari langit, atau lebih tepatnya dipindahkan melalui sebuah lubang yang disebut dengan Weaponary Storage. Keahlian ini hanya dimiliki oleh seorang Tactical Canonner dan salah satu dari Tactical Canonner tersebut berada dalam party kami, dia bernama FallenZoe.
“oohh… aku lupa ada Fal di party” ujar Gasollyne
“Fal kan biasanya nge-lag makanya jarang inget aahahaha…” kataku melalui fitur chat
Disaat kami sedang asik chatting tanpa kami sadari para iblis yang sudah dikalahkan oleh FallenZoe kembali berdiri dan mulai menyerang kami. Zlebb… FallenZoe ditusuk oleh seorang iblis yang ukurannya dua kali lebih besar dari yang lainnya. HP FallenZoe hampir mencapai 0 untung ia cepat-cepat menggunakan potion dan blessed water untuk memulihkan HP dan juga menghilangkan status Curse. Status curse sangat menyebalkan, setiap detiknya 10MP (Mana Points) dan jika kalian kehabisan MP itu artinya kalian tidak dapat menggunakan skill sama sekali, dan jika kalian tidak dapat menggunakan skill berarti kalian harus melawan musuh dengan serangan dengan daya hancur kecil.
                Bukan hanya FallenZoe yang terkena serangan, seluruh anggota party terkena serangan bahkan Lillyn ku terkena cukup parah, tadinya aku ingin menggunakan skill Shield of Atom lagi untuk mengurangi dampak serangan musuh kepada kami namun aku telat menggunakannya karena pergerakan musuh sangat cepat dan saat aku menggunakan skillku aku diserang sehingga skillku tidak dapat digunakan dan masuk ke pase Cool Down.
“Gawat, kalau begini terus kita bakal kehabisan stock potion sama blessed water!”  kataku
“Kita harus mundur sejenak dan mengatur strategi dulu sebelum maju lagi” Gasollyne menyarankan.
“Mau mundur kemana? Kita sudah dikepung!” kata FallenZoe
“Biar aku yang buka jalan untuk kita kabur! Lazer Buster!”  Tentu saja percakapan ini melalui fitur chat.
Dia adalah Dirly sang Mad Scientist dia adalah professor yang tergila-gila dengan robot, namun dia memiliki kekuatan serang yang sangat tinggi jadi dia adalah salah satu anggota party yang dapat diandalkan.
Setelah Dirly menggunakan Lazer Buster para iblis yang menutupi jalan di belakang kami pun terpental jauh beberapa meter dan membuka jalan bagi kita untuk mundur. Dengan sigap semua anggota party kami lari secepat mungkin melalui jalan yang baru saja dibuat oleh Dirly. Sambil menoleh ke belakang aku menembakkan beberapa bola listrik untuk memperlambat musuh yang mengejar kami.
“Cepat cepat cepat!, Kabur atau mati!” kata Dirly
“Banyak bacot kao cok ini lagi lari.” Gasollyne marah pada Dirly
“Kita sembunyi di gua itu!” kata FallenZoe sambil masuk ke sebuah gua. Ini juga melalui fitur chat.
Kami semua masuk kedalam gua itu setelah FallenZoe masuk , kami langsung menyembunyikan diri kami dibalik batu atau lubang yang ada di gua ini. Kami semua terdiam, yang terdengar hanyalah suara derap kaki para iblis yang berlari untuk mengejar kami.  Beberapa menit telah berlalu, para iblis itu tidak menyadari bahwa kami bersembunyi dalam gua ini, aku pegi ke mulut gua untuk memastikan bahwa tidak ada satu iblis pun yang tersisa. Dugaanku benar, diluar sudah tenang , tidak ada satu iblis pun tersisa. Aku memberi kode kepada teman-temanku bahwa iblis sudah pergi. Teman-temanku yang sudah membaca kodeku satu persatu keluar dari tempat persembunyian mereka.
“whew, Thanks Dirly, lu nyelametin kita tadi” ujar FallenZoe.
“No Problem, kalau salah satu dari kita mati maka misi ini tidak akan pernah selesai.” Balas Dirly.
“Sekarang masalahnya bagaimana cara kita melewati tempat yang tadi?.”Tanya Gasollyne kepada semua anggota party.
Kami semua diam sejenak sebelum aku mulai mengajukan sebuah rencana.
“Gimana kalau xDesi membersihkan iblis yang kecil-kecil dengan skill terhebatnya Psyhic Blaster?” saranku. xDesi adalah salah satu anggota party ku, dia dijuluki sebagai Elegant Shock karena kekuatan listriknya yang sangat cantik. Sedangkan skill Psyhic Blaster adalah skill yang menembakkan gelombang lazer yang sangat besar kepada musuh dan memiliki daya hancur yang sangat besar, namun kekurangannya adalah Cast Time dari skill ini cukup lama.
“Terus yang gede tadi yang nusuk aku gimana? Psyhic Blaster emang sakit, tapi tetep aja kalau kita gak bisa ngalahin yang gede yang kecil bakal terus muncul” bantah FallenZoe.
“Nah selagi xDesi casting Pshic Buster, tiga orang lindungi dia biar skill nya gak gagal, terus aku tahan yang gede pakai Black Hole Generator, terus yang nganggur gebuk iblis yang gede pakai skill yang sakit-sakit.” Jelasku.
“Gimana kalau sebelum lu pakai Black Hole Generator, lu pakai dulu Shield of Atom ke aku?, jadinya kan yang ngelindungin aku jadi enak” saran xDesi.
“Bisa aja, tapi bagi Elixir dikit dong, punyaku udah mau abis nih”
“emang tadi sebelum masuk dam lu bawa berapa biji?”
“aku bawa 10 biji, tapi sekarang Cuma sisa 2 aja” kataku melalui fitur chat.
Setelah itu semua anggota party memberiku masing-masing 1 Elixir mereka kepadaku. Mereka memberiku sedikit saja karena di tangan mereka elixir lebih berguna ketimbang ditanganku, karena mereka lah yang akan menyerang iblis besar itu secara bertubi-tubi.
“kalian udah siap?” aku bertanya kepada semua anggota party.
“Hell YEAH!” “gogogogo!” “HAJAR!!” jawab anggota partyku dengan semangat. Dan percakapan ini juga dilakukan melalui fitur chat.
Setelah mengkonfirmasi bahwa teman-temanku sudah siap, kami lari keluar dari gua tempat persembunyian kami secara bersamaan. Kami berlari dengan secepat mungkin agar kami bisa secepat mungkin sampai ke tempat tadi kami mundur. Beberapa menit kemudian kami sampai di tempat tujuan, dan seperti yang kami duga, si iblis besar itu sudah menunggu kami sambil menyilangkan tanggannya.  Aku menoleh semua anggota partyku kemudia mereka membalasku dengan sebuah anggukan yang berarti “ya” itu merupakan tanda bahwa rencanaku akan segera dilancarkan.
“Shield of Atom!” tahap pertama dari rencanaku mulai dijalankan.
“xDesi Sekarang!” teriakku, dan saat aku menoleh kearahnya, dia sudah mulai casting skillnya.
 “tahan yang gede Lillyn!” Gasollyne berteriak kepadaku.
 “BLACK HOLE GENERATOR!!!” teriakku sembari mengeluarkan skill
 “Teman-teman, Sekarang!!! Habisi dia!!”
Beberapa saat kemudian Psyhic Buster berhasil digunakan Lazer besar melewati kami dan menyapu bersih iblis-iblis kecil, disaat yang sama anggota party yang lain menyerang iblis besar yang sedang aku tahan dengan skill Black Hole Generatorku.
“HEAAAAHHH!!!!”
“OAAAHHHH!!!!!”
“RASAKAN INI!!!”
“MATILAH KAU!!!”
“HEYAAAAHHH!!!”
Kami semua berteriak untuk beberapa saat layar HP kami menjadi putih akbiat animasi yang berlebihan, beberapa detik kemudian layar HP kami perlahan-lahan memperlihatkan hasil dari pertarungan kami, dan hasilnya adalah kami berhasil mengalahkan iblis besar tersebut.
“YESS!!”
“YAHOO!!”
“SUKSES COKK!!”
Kami semua meneriakkan suara sekreras mungkin tanda bahwa kami telah memenangkan pertemuran yang sengit melawan iblis sebesar itu, bahkan beberapa dari kami ada yang Level Up.
“Teman-teman ingat! Perjalanan kita masih panjang, kita masih harus mengalahkan Iblis Rin di Hanel!” ujarku.
“hooo… jadi kalian harus mengalahkan Iblis Rin di Hanel ya? Gimana kalau kalahkan pak guru dulu sebelum ke Hanel”.
Sial teriakkan kami tadi tidak menggunakan fitur chat, melainkan menggunakan fitur tubuh kami yaitu mulut. Aku menoleh ke sebelah kiriku dan kemudian aku melihat seorang Pak Ironman yang sedang marah, setelah aku lihat sekelilingku aku melihat ke-5 temanku yang merupakan angota partyku semuanya berdiri sambil mengangkat tangan kanan mereka yang dikepal sedangkan tangan kiri mereka masih memegang HP, setelah ku perhatikan ternyata diriku juga begitu.
“Heehee… pak… maaf “ kataku sambil mengedipkan sebelah mataku, balasan dari Pak Ironman adalah ia mengepalkan tangan kanannya dan menunjukkannya ke depan wajahku, beberapa detik kemudian aku pingsan bukan karena dipukul melainkan karna shock karena pukulan Pak Ironman tidak menyentuh tubuhku sama sekali melainkan aku merasakan angin kencang didepan wajahku sedangkan tangan Pak Ironman yang kekar itu berhenti beberapa mili sebelum mengenai wajahku. Sial kenapa Cuma aku?  Padahal yang main kan ber-6?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

NOTE

Saya hanyalah penulis amatir, jika ada masukan silahkan tulis di komentar. Kritik dan saran kalian sangat aku terima dan jika suatu saat nanti aku menjadi penulis terkenal maka tidak salah lagi itu adalah berkat kalian semua.